This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tuesday, March 4, 2014

Kejuaraan beladiri lintas beladiri. Menurut Anda..?


Mulai tahun 2013 ramai sekali di bicarakan tentang event pertarungan lintas beladiri yang di adakan di salah satu stasiun televisi. Banyak pro dan kontra di kalangan masyarakat tentang hal ini karena berkaca dari beberapa tahun silam tentang smack down yang banyak ditiru oleh anak dan tidak sedikit menjatuhkan korban, bahkan sampai ada yang meninggal. Tapi di pihak penyelenggara membantah akan kecemasan di kalangan masyarakat ini, karena tujuan dari diselenggarakannya acara tersbeut adalah untuk memberi wadah bagi mantan-mantan atlet beladiri yang ingin mengasah kemampuannya lagi.

Terlepas dari semua itu, menurut pribadi saya sendiri kurang setuju atas kejuaraan lintas beladiri tersebut. Saya tidak melihat dari segi seni dari beladiri itu sendiri, itu seperti pertarungan jalan yang tidak punya aturan. Dan saya rasa itu juga tidak adil, kenapa...? Kejuaraan tersebut di ikuti oleh berbagai macam beladiri dan tentunya setiap beladiri tersebut memiliki spesialis sendiri-sendiri, misalnya gulat tentu spesialisisnya bantingan, judo spesialisasi kuncian dan bantingan, taekwondo spesialisasi tendangan dan masih banyak lagi.

Misalnya salah satu di pertemukan tentu mereka akan kualahan dan terkesan tidak asik dilihat. Kalaupun para praktisi beladiri tersebut ingin mencoba atau menguji kemampuannya dengan beladiri lain kenapa tidak mengunjungi tempat latihan beladiri tersbeut dan memakai gaya bertarung beladiri yang akan di lawan dan begitu sebaliknya.

Saya berfikir bahwa, mengikuti beladiri semata-mata untuk membina mental, jikalaupun ingn berprestasi kenapa harus di event-event seperti itu? Bukankah setiap beladiri yang kita ikuti memiliki kejuaraan sendiri dan tentu juga menggunakan aturan-aturan sesuai dengan spesialisasi dari beladiri itu sendiri. Beladiri bukan alat mencari uang untuk kepentingan pribadi atau untuk kepentingan bisnis orang-orang berduit.

Penjelasan diatas adalah cara pandang saya terhadap kejuaraan lintas beladiri, Jika teman-teman memiliki pandangan yang lain mohon komentarnya.

Oss...

Monday, February 24, 2014

Pengalaman dan Tingakatan dalam beladiri

Oss...

Salam sejahtera untuk kita semua, sudah lama gak pernah update lagi neh. semoga kali ini dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya admin sendiri.

Saya mengangkat tema "PENGALAMAN DAN TINGKATAN DALAM BELADIRI", iya.. ini tema yang menurut saya cukup menarik karena sering sekali saya temui di setiap perguruan beladiri yang saya masuki dan ikut berlatih disana. Saya pernah ikut beladiri silat sejak saya SMP dan sampe Kuliah D1, Yang menarik adalah ada salah satu teman seperguruan saya yang sekaligus adalah kakak seperguruan kita menyebutnya karena beliau sudah lama sekali ikut beladiri silat tentunya, tapi setiap kenaikan tingkat belaiau tidak pernah ikut dan tertarik.

Karena beliau tidak pernah ikut ujian kenaikan tingkat yang diadakan tiap perguruan perkuartal maupun persemester akhirnya adik-adik seperguruannya meninggalkannya atau menyalipnya. Nah...suatu ketika saya bertanya kepada beliau perihal tidak pernah mengikuti ujian yang diadakan perguruan, dan jawabannya juga cukup menarik dan menggelitik karena ternyata pelatih kami juga mempunyai pola pikir yang sama atau mungkin saja di tulari. Alasannya adalah tingkatan dan warna sabuk tidak menjamin orang tersebut kuat karena yang terpenting adalah pengalaman. 

Oke...Karena waktu itu pikiran saya belum berkembang dan kritis akhirnya saya mengiyakan. Beliau tidak ikut ujian bukan karena tidak cukup biaya untuk mengeluarkan uang iuran untuk ujian tapi karena prinsipnya tersebut. Setelah 6 tahun di silat saya masuk beladiri lain selama 4 tahun dan masih aktif juga di silat. Akhirnya sampai juga saya di jogja dan ikut beladiri baru lagi yaitu Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-do Indonesia. setelah ikut latihan selama 1 Tahun lebih saya cukup mengerti bahwa perjalanan untuk mencapai tingkatan tertentu cukup lama dan harus banyak menghafal KATA dan fisik yang bagus. Dari sinilah saya berfikir bahwa pengalaman didapat dari seberapa sering kita dan seberapa lama kita latihan tetapi jika hanya pengalaman saja tidak cukup menurut saya, ujian kenaikan tingkat atau ke tingkatan selanjutnya juga menentukan penglaman yang akan kita dapat. 

Jika kita hanya terus menerus di tingkatan tersebut dna tidak mau ikut kenaikan tingkatan maka ilmu yang kita dapat dari segi teori maupun praktek atau KATA hanya itu-itu saja atau monoton. Jika pun harus KUMITE belum tentu tiap hari kita kumita kan..? 
Nah.. Pelatih atau Coach juga akan memberikan kita materi baru menurut tingkatan kita masing-masing alias warna sabuk bukan karena pengalaman, bukankah dengan warna sabuk atau semakin tinggi tingkatan kita akan semakin menambha pengalaman dan wawasan serta ilmu yang akan kita dapat?

Nah dari sinilah saya mulai berfikir bahwa pemikiran teman-teman saya maupun pelatih saya waktu itu salah, mungkin kita juga punya pandangan serta prinsip yang berbeda-beda, tapi warna sabuk bukanlah menentukan seorang karateka itu kuat atau berpengalaman tetapi seberapa sering dy latihan dan melakukan KUMITE. Tingkatan DAN 1, DAN 2, DAN 3 kalau tidak pernah latihan sama juga dengan Kyu 10/9 atau yang lain. Ilmu beladiri harus terus diasah dan dilatih agar semakin tajam dan mantap. Naik ketingkatan selanjutnya bukan juga sebuah ambisi tapi cita-cita dan masa depan suapaya ada generasi selanjutnya yang akan melanjutkan. Tapi Jika kita hanya tetap pada tingkatan tersebut maka generasi selanjutnya juga tidak akan ada. Posting ini hanyalah pemikiran prbadi saya, jika memang ada yang keliru atau kurang pas saya mohon maaf, hanya ingin berbagi. Kalau ada teman-teman yang mau menambahkan bisa kirim artikelnya ke email website ini ke kyokushinkaipmk@gmail.com.

Semoga postingan kali ni bisa bermanfaat bagi pembaca atau pengunjung website ini. 

Ossu...

Tuesday, February 18, 2014

Film : Fighter in the wind

At the tail-end of World War II, Choi Bae-dal is a young Korean man who longs to be able to fly fighter planes. Stowing away to Japan in order to join their air force, Bae-dal's first experience of the country is when a con-man tries to steal his money. Bae-dal discovers that the man is a fellow Korean called Chun-bae (Jung Tae Woo), who has survived the harsh treatment of Koreans in Japan by turning to petty crime. With their different motives: Bae-dal driven by desire for action and Chun-bae needing to escape from some gangsters, the two Koreans stow away in a truck to the air force training camp.

The commander in charge of the camp is a pompous imperialist called Kato (Masaya Kato). Having mistreated the two Koreans, he is amused by Bae-dal's fighting spirit and says that if Bae-dal can beat him with his inferior "foreign" fighting style, he will release them. The two men fight with Kato easily defeating Bae-dal, but an American attack on the airforce base allows Bae-dal and Chun-bae to escape.

Later, Bae-dal is found helping Chun-bae to run a pachinko stall in a Japanese market place. When local gangsters try to take protection money from Chun-bae, Bae-dal tries to defend him but is beaten up and humiliated by the gangsters. His ordeal is ended by the intervantion of Bum-soo (Jung Doo-hong), a martial arts expert from his home town who had also emigrated to Japan. Bum-soo invites Bae-dal back to the circus where he, and many fellow Korean immigrants, work and where he is attempting to build a decent standard of living for his countrymen. After some persuasion, he agrees to teach Bae-dal some of his more sophisticated fighting style.

Meanwhile, Bae-dal has taken to working as a rickshaw driver, honing his fighting skills by defending Japanese women from the rapacious advances of American servicemen. His success at protecting the women makes him something of a local hero, although his real identity is not known. One of the women he protects is the beautiful Yoko (Aya Hirayama), with whom he strikes up a romantic relationship.

When Bum-soo is killed by local gangsters, the Koreans from the compound vow revenge and attack the Japanese gangs. The fight ends abruptly for Bae-dal when he is knocked unconscious by a blow to the head. Bae-dal, vowing to never again lose a fight, retreats to the mountains where, living in his karate gi, he trains day and night; running in the mountains, lifting tree trunks and using makeshift training equipment to harden his body and fighting spirit through austerity.

Returning from the mountains, Bae-dal takes a Japanese name: Masutatsu Oyama, and sets about challenging the best fighters Japan has to offer. Wearing his ragged karate gi and looking like a cave-man with his unkempt appearance, Oyama challenges the first dojo he passes. He defeats every fighter in the dojo - often with only a single strike.

As word of his notoriety spreads, Oyama's actions come to the attention of the head of the Japan Karate Association - the former Air Force camp commander Kato. Kato is hugely offended that a foreigner would not only try to learn Japanese martial arts, but would consider himself worthy to beat Japanese fighters. Nevertheless, Oyama continues to defeat every fighter that Japan has to offer, including competitors in karate, judo, ninjutsu and kobudo, becoming a sensation in the Japanese media. Oyama explains to Yoko that, although he is scared of dying, he is more scared of living as a cripple, and this is why he is willing to sacrifice anything to win.

When the organization sends one of his followers to challenge and kill Oyama, the agent is instead killed by Oyama. Learning that the man he killed had a wife and son, Oyama feels a great deal of guilt for his actions and tracks down the family to apologise and offer to work for them to make up for killing the father of the household. Oyama surrenders his uniform to the wife, vowing to never again fight in martial art duels. Although initially angry and unaccepting of Oyama's offer, after fulfilling the son's wish of being carried to the top of the nearby mountain to view the sunrise, he eventually convinces them that he is a man of honour and not a violent thug. The wife asks Oyama to take back his uniform and become the best fighter in Japan.

Returning to the city, Oyama finds that Kato's martial arts association has threatened his own family (Kato is not involved) and demanded a challenge between Kato and Oyama. Dressing in his weathered gi once again, Oyama treks out to the countryside location where Kato is waiting for him. Easily defeating Kato's henchmen, Oyama then faces a final showdown with Kato himself. Although it is clear that Kato would like to see Oyama dead, Kato's ankle is broken after receiving a kick in the fight sequence. When Kato stands up, he falls to a one-knee-down position, Oyama shows mercy to Kato, by stopping 2 cm short of punching him squarely between the eyes, defeating him in combat but not killing him.

At the end of the movie, Oyama is shown fighting with a bull, grasping the horns and digging into the ground to stop him, and finally delivering a bone-shattering chop to the center of the top of the head. (En Wikipedia)

Tuesday, January 28, 2014

75 Karateka Bentrok di Kejurnas Full Body Contact 2014


Sebanyak 75 karateka ikut tarung di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Full Body Contact 2014 di Mall Lenmarc, Surabaya, Minggu (26/1/2014). Para peserta berasal dari tiga perguruan yang datang dari 10 provinsi di Indonesia.

Ketiga perguruan adalah  PMK kyushinkai, Goju Ass dan Kala Hitam. Sedangkan 10 provinsi, yakni Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Jawa Tengah, DI Aceh, Jawa Barat, Papua, Kalimantan Timur, DI Yogjakarta Kepulauan Riau dan tuan rumah Jawa Timur.

Acara dibuka Pangkostrad Letjen Gatot Nurmantyo. Dia memberi apresiasi tinggi terhadap event ini.
"Saya berharap kejurnas full body contact dapat digelar rutin setiap tahun, karena tujuannya memang baik. Soal tempat, kita serahkan kepada PB FORKI (Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia," kata Gatot, Minggu (26/1/2014).

Gatot sangat mendukung kejuaraan tersebut karena dinilai bisa melahirkan pemuda-pemuda yang punya jiwa patriotisme tinggi.

"Saya mendukung, karena olahraga bela diri apapun untuk membela bangsa. Even ini bisa melahirkan patriot-patriot baru yang dapat membela bangsa dan negara," tegas Gatot.

Sementara itu, Ketua Umum PB FORKI Hendardji Supandji memastikan Kejurnas Full Body Contact yang memperebutkan Piala Pangkostrad, nantinya digelar secara rutin setiap tahun.

"Soal tempat penyelenggaraan tahun depan, nanti dibahas di Kongres FORKI pada Februari," terang Hendardji.(http://surabaya.tribunnews.com)

Friday, January 17, 2014

Video Ujian Kuartal ke III tahun 2013

Oss..

Ujian kuartal ke III tahun 2013 ini di laksanakan pada tanggal 12 Januari 2014 dan dikuti oleh kurang lebih 35 peserta ujian dari Lima dojo yaitu Dojo Atmajaya Yogyakarta, Dojo Temon, Dojo UII, Dojo KONI dan Dojo Glagahsari. Berikut adalah video Ujian Kumite atau Jiyu Kumite, semoga dapat bermanfaat :













Ujian Kuartal III 2013 Cabang Yogyakarta

Photo Bersama
Oss...

Ujian Kuartal ketiga tahun 2013 dilaksanakan pada tanggal 12 Januari 2014 yang sebelumnya di tunda karena Sensei Burhan tidak bisa karena ada sesuatu dan lain hal. Pada Ujian kuartal III ini diikuti oleh 35 peserta ujian dari Dojo Atmajaya, Dojo Temon, Dojo UII dan Dojo Glagahsari. Keempat dojo tersebut memang yang masih aktif dan turut serta dalam meramaikan acara yang diadakan setiap kuartal. 

Komposisi dari tingkatan peserta ujian bisa dibilang lengkap, mulai dari tingkatan kyu 10/9, Kyu 8, Kyu 7, Kyu 6, Kyu 5, Kyu 4 dan Kyu 3. Peserta ujian yang terbilang lengkap di bandingkan dengan tahun sebelumnya dan dengan peserta yang lumayan banyak.

Materi yang diujikan adalah sebagai berikut :
  1. Basic (1x untuk kyu 10/6 sampai kyu 6 dan 2x untuk kyu 5 keatas)
  2. Basic maju mundur
  3. Pengulangan kata/jurus yang dilakukan secara bersama-sama
  4. Ujian Kata satu persatu
  5. Jiyu Kumite/ Full body Contac Kumite
Senpai dan sensei yang menguji
  1. Sensei Burhan Syakur (Dan III)
  2. Senpai Bambang (Dan I)
  3. Senpai Adi Mulyanto (Dan I)
  4. Senpai Hernawanto (Kyu I)
  5. Senpai Eva Arif Raharjo (Kyu I)
  6. Senpai Joko (Kyu I)
  7. Senpai Rahmat (Kyu I)
Karena ada penundaan ujian dan waktu ujian yang kebetulan bersamaan dengan hari libur panjang jadi banyak peserta ujian yang tidak bisa ikut karena pulang kampung. Buat teman-teman yang gak bisa mengikuti ujian bisa menyusul di kuartal berikutnya dengan biaya yang sudah di keluarkan kemarin. 

Oss...

Friday, December 6, 2013

Info Ujian Kuartal III Tahun 2013

Ujian Kuartal IITahun 2013
Ujian Karate Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate Do Indonesia Kuartal Ketiga Akan dilaksanakan pada tanggal 22 Desember tahun 2013. Ujian ini akan dilaksanakan di Dojo Glagahsari. Sejak posting blog ini dibuat, admin harapkan teman-teman yang belum mencukupi presensinya diharapkan untuk segera melakukan latihan tambahan di Dojo-dojo karate kyokushinkai yang ada di jogja. 

Teman-teman yang ingin mengejar persensinya bisa latihan di dojo Universitas Atmajaya Yogyakarta, Dojo Koni dan dojo glagahsari. Ketiga dojo itu memang di rekomendasikan kepda teman-teman khusunya yang ada di jogja karena tempat dojo tersebut mudah di jangkau dan masih aktif latihan disana. 

Teman-teman yang baru mungkin belum tahu alamat dari dojo tersebut, berikut dibawah ini admina kan memberikan alamat lengkapnya dan siapa pelatihnya :


DOJO KONI DIY 
Alamatnya : Jl. Trikora No. 4, Yogyakarta. 
Jadwal latihan : Selasa dan Jumat 
Waktu : 19.00 - 21.00
Pelatih : Setiyawan dan M. Burhan Syakur

Universitas Katholik Atmajaya
Alamat : Jl. Babarsari 44, Kampus 2 Fak. Teknik, Yogyakarta  
Jadwal : Senin dan Kamis,
Waktu : jam 19.00 - 21.00  
Pelatih : M. BUrhan Syakur

Glagah Sari
Alamat : Jl. Glagah Sari no. 43, Yogyakarta  
Jadwal : Rabu dan Minggu 
Waktu : 16.00 - 18.00
Pelatih : Untung 

Ketiga dojo diatas sangat direkomendasikan bagi teman-teman yang ingin mengejar presensinya suapay dapat ikut ujian, sebenarnya bukan hanya ketiga dojo itu saja yang ada di jogja tetapi ada juga dojo-dojo yang lain jika ada teman-teman yang ada di luar atau agak jauh dari tempat tersebut. Dojo lainnya juga yang masih aktif adalah Dojo Temon yang beralamat di Desa Temon Kulon, Temon, Kulon Progo, Yogyakarta Pelatihnya adalah :
Adi Mulyanto 
HP +6285868191419 

Bambang Suyitno 
HP +628572570457

Silahkan hubungi kedua pelatihnya jika kebetulan teman-teman dekat dengan daerah tersebut. Saya berharap ujian kuartal ketiga ini dapat diikuti oleh semua peserta latihan baik yang di Dojo Atmajaya, Dojo Koni, Dojo Glagahsari dan Dojo Temon, Semoga Ujian kuartal ketiga besok dapat berjalan dengan baik dan tidak ada hambatan...

Oss.....

Jika ada teman-teman yang ingin bergabung dengan kami silahkan hubungi orang-orang dibawah ini

Rian Saadillah Sukamdi        
Admin Blog (Kyu 5)
Paulus Daur
082138763601
Paulus Wijaksono
Ketua Unit 085254590676 (Kyu 6)    
Sensei Bambang
Pelatih 085725770457

Wednesday, November 6, 2013

Gaya bertarung

Ujian Kuartal kedua 2013
Oss..

Kemarin saya sudah posting tentang bagaimana melatih kecepatan, jika kecepatan gerakan sudah bagus tinggal bagaimana kita menerapkan ketika kumite. Kumite bukan hanya mengandalkan Kecepatan dan Power dari pukulan dan tendangan tetapi mental atau nyali bertarung juga sangat diperlukan. Karena mental dan semangat dari kumite akan menciptakan gaya bertarung seseorang. 

Dalam beladiri Karate khususnya Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-do Indonesia, bukan hanya melatih bagaimana memukul menendang dan menagkis serangan lawan, tetapi juga bagaimana melatih mental kita saat berada di arena pertandingan maupun dijalanan. Mental akan berpengaruh dari agresifitas karateka saat bertanding, apakah dia hanya defense atau openshif. 

Saat kita kumite, kombinasi-kombinasi gerakan juga sangat menentukan dari gaya bertarung seorang karateka. Diusahakan pada saat kumite jangan menunggu lawan menyerang tetapi kita juga harus bisa membuka serangan terlebih dahulu tentu dengan teknik yang baik dan ketepatan dari serangan yang kita berikan terhadap lawan.

Membuka serangan bisa dengan kombinasi-kombinasi gerakan misalnya pukulan dua kali kemudian tendangan atau juga sebaliknya. Saat kumite juga harus agresif jangan gentar meskipun lawan lebih besar dari kita. Karena belum tentu meski badan kita kecil tidak bisa menumbangkan lawan yang besar. Dengan Nyali dan bertarung dengan agresif justru akan membuat lawan yang besar itu merasa gentar. 

Jika postur tubuh musuh lebih tinggi maka kita kita yang lebih kecil harus berani mendekati atau musuh tersebut kita pepet agar ruang geraknya terbatas, tapi perlu di jaga serangan hisa gery karena itu cukup berbahaya jika terkena telak, jika kita terkena ulu hati atau dagu. Serangan-serangan yang memungkinkan akan menjatuhkan kita juga perlu di perhitungkan. 

Jangan pernah merasa takut atau gentar, jika kita sudah merasa takut maka habislah kita diarena karena akan menjadi sansak hidup. Tetaplah percaya diri dengan kemampuan yang kita miliki. Terkait dengan judul dari postingan kali ini yaitu Gaya Bertarung, sebenarnya gaya bertarung tidak bisa dibuat tetapi akan terlihat dari seringnya kita kumite dan akan terlihat dan dinilai oleh penonton. 

Perlu juga di perhatikan saat kita kumite atau menyerang musuh juga harus terus menerus jangan sampai 3 serangan berhenti, 4 serangan berhenti, intinya jangan beri kesempatan musuh untuk menyerang balik. Saat musuh menyerang usahakan di tangkis dan lakukan serangan balik, serangan balik harus cepat dan terus menerus. Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembacanya..

Ossu..

Wednesday, October 16, 2013

Kenji Midori

Kenji Midori adalah salah satu murid Sosai Masutatsu Oyama pendiri karate kyokushin di jepang. Dia lahir pada tanggal 18 april 1962, Saat ini ia menjadi pemimpin di WKO Shinkyokushinkai yang berfokus pada Knockdown Karate.

Setelah kematian Sosai Masutatsu Oyama pendiri karate kyokushin, kemudian IKO pecah menjadi 3 kelompok. Dan salah satunya yang dikenal dengan World Karate Organization Shinkyokushinkai. Awal berdirinya di pimpin oleh Yukhio Nishida. Setelah Nishida mengundurkan diri ia digantikan oleh Keiji Sanpei, dan selanjutnya digantikan oleh Yasuhiro Shichinoh dan akhirnya saat ini dipimpin oleh Kenji Midori.

Dibawah kepemimpinan Kenji Midori organisasi berubah nama menjadi WKO Shinkyokushinkai pada tahun 2003. Saat ini Kenji Midori memegang posisi Kancho 
(presiden) dari WKO Shinkyokushinkai.

Berikut adalah rekam jejak prestasi dari kenji midori :
  • 5th Kyokushin Karate Dunia Tournament 1991 - Juara
  • 4th Kyokushin Karate Dunia Turnamen 1987-16 Terakhir (Kalah Thompson)
  • 22 Semua Jepang Turnamen 1990 - 2nd place
  • 17 Semua Jepang Turnamen 1985 - 5 tempat
  • 7th All Japan Berat Turnamen 1990 - Juara
  • 4 Semua Jepang Berat Turnamen 1987 - Juara
  • 2 Semua Jepang Berat Turnamen 1985 - Juara
  • Piala Sursee 1988 - 2nd place (Kalah Andy Hug )

Dibawah ini adalah sedikit cuplikan pertarungan kenji midori 



referensi : wikipedia

Wednesday, October 9, 2013

Mengenal Karate

Karate, siapa yang tidak mengenal karate. Beladiri asli dari jepang ini memang sudah tidak asing lagi bagi orang yang berkecimpung didunia beladiri. Seni beladiri ini pertama kali masuk ke jepang lewat okinawa. Dipulau inilah cikal bakal seni beladiri ini tumbuh dan berkembang. Nama beladiri ini tidak serta merta menjadi Karate, beladiri ini pertama kali disebut "Tote" yang berarti Tangan China, tetapi karena saat itu nasionalisme rakyat jepang yang sedang tinggi-tingginya, sehingga pelopor karate modern yaitu Gichin Funakoshi mengubahnya menjadi KARATE yang berarti tangan kosong. Beliau merubahnya karena, agar supaya lebih mudah diterima oleh masyarakat jepang.

Tetapi dalam peekembangannya banyak masyarakat menyangka bahwa Karate itu adalah sebuah beladiri yang bernama karate. Maksud saya disini adalah mereka tidak mengetahui bahwa karate itu memiliki aliran-aliran yang berbeda-beda. Seni beladiri karate terbagi menjadi 8 aliran. Berikut penulis akan menjelaskan beberapa aliran karate :

1. Shotokan 
Karate ini dikembangkan oleh Gichin Funakoshi pada tahun 1868-1957. Beliau adalah salah satu master karate yang memperkenalkan karate ke pulau utama jepang pada tahun 1910-an dan 1920-an. Funakoshi memperkenalkan karate ke berbagai universitas di jepang. Beliau memiliki banyak sekali murid yang melanjutkan perjuangannya dalam memperkenalkan karate shotokan ini setelah kematiannya pada tahun 1957.

Penamaan karate Shotokan ini sendiri diambil dari nama pena Gichin Funakoshi, Kan yang berarti sebuah bangunan sehingga Shotokan dapat diartikan sebagai Perguruan Funakoshi. Gichin Funakoshi adalah seorang yang membawa ilmu beladiri karate ini dari pulau Okinawa ke Jepang. Ciri-ciri dari karate ini dapat dilihat dari kuda-kuda yang rendah serta pukulan dan tangkisan yang keras.

2. Goju-ryu
Aliran karate ini memadukan teknik keras dan lembut dan merupakan salah satu karate di Okinawa yang memiliki sejarah yang panjang. Aliran karate ini di bawa oleh Chojun Miyagi, beliau bisa dibilang pendiri dari aliran karate ini, beliau banyak memperbarui teknik-teknik dalam aliran ini yang menjadi aliran Gju-ryu yang sekarang sehingga menganggap Shojun Miyagi sebagai pendirinya. Gjo-ryu menekankan pada latihan SANCHIN atau pernapasan dasar, agar suapaya para praktisinya bisa memukul dengan pukulan yang dahsyat dan menerima pukulan dari lawan tanpa cidera. 

3. Shito-ryu
Aliran ini terkenal memiliki banyak sekali KATA atau jurus, diketahui bahwa jumlah KATA yang dipelajari di aliran ini yaitu 30 sampai 40 KATA tentu lebih banyak dari aliran lain. Sebagai perbandingan kata, Shotokan memiliki 25, Wado-ryu memiliki 17, Goju-ryu memiliki 12 KATA. Tapi walaupun begitu, saat pertandingan aliran ini dapat menyesuaikan diri dengan aliran yang lain seperti Shotokan dengan gaya bertarung frontal maupun dengan jarak dekat speerti Goju-ryu.

4. Wado-ryu
Aliran ini terbilang unik karena berdasar pada seni beladiri Shindo Yoshin-ryu Jujutsu, jadi aliran ini satu-satunya aliran karate yang memiliki teknik kuncian persendian dan lemparan. selain mengajarkan teknik KArate juga mengajarkan teknik kuncian persendian dan lemparan/bantingan yang dimiliki atau diajarkan Jujutsu. Dalam pertandingan pun, aliran ini tidak mau menggunakan tenaga secara frontal tetapi lebih kepada tangkisan yang bersifat mengalir bukan tangkisan kerasdan kadang-kadang menggunakan teknik kuncian dan bantingan. Akan tetapi didalam pertandingan, aliran ini dapat menyesuaikan diri dengan aliran karate lainnya seperti Shotokan, Goju-ryu dan Shito ryu dan tanpa menggunakan teknik-teknik kuncian dan bantingan.

5. Kyokushin
Beladiri ini didirikan oleh Masutatsu Oyama, ia lahir sebagai seorang korea yang bernama Choi Hyung Yee. Beliau pernah mempelajari beladiri korea yang bernama Chabee. Beladiri ini mendapat pengaruh dari seni beladiri Tiongkok "Seni 18 Telapak Tangan" kemudian dikembangkan oleh seorang korea yang bernama Chabee. Aliran Kyokushin ini len=bih menekankan kepada latihan fisik dan full-contact Kumite, yaitu latihan tanding tanpa pelindung. Kyokushin memiliki arti Kebenaran Tertinggi yang diyakini oleh oyama sebagaimana karate itu seharusnya diajarkan dan dipelajari. latihan kyokushin ini menekaknkan pada oertarungan nyata dan kekuatan fisik. 

Aliran ini tidak termasuk dalam 4 besar JAan Karatedo Federation, tapi aliran ini snagat terkenal didalam maupun di luar jepang dan juga turut berjasa dalam memperkenalkan beladiri ini keseluruh dunia. Aliran ini menganut sistem Budo karate, dimana para praktisinya dituntut untuk berani melakukan full-contact kumite atau tanpa pelindung dan menyerang secara frontal. Agar supaya praktisinya bisa mendalami arti yang sebenarnya dari seni beladiri karate dan juga untuk melatih jiwa/semangat keprajuritan(budo), aliran ini dikenal sebagai aliran paling keras. Kyokushin masih berpegang teguh pada sistem tradisional, jika dilihat dari sistem pertandingan kumite pada kejuaraan-kejuaraan yang menerapkan full-contact kumite dan boleh membuat KO lawan. Aliran ini juga menerapkan Hyakunin kumite (kumite 100 orang) tanpa kalah. Karena Sosai Masustatsu Oyama sendiri telah melakukan kumite 300 orang.

6. Shorin-ryu
Aliran ini berasal dari Okinawa yang didirikan oleh Shoshin Nagamine yang didasarkan pada ajaran Yasutsune Anko Itosu, seorang guru Karate abad ke 19 yang juga merupakan guru dari Gichin Funakoshi pendiri Shotokan karate. Aliran ini banyak memiliki kesamaan dari Shotokan namun perbedaan yang mencolok ada pada Shorin-ryu juga mengajarakan bermacam-macam senajata, seperti Nunchaku, Kama dan Rokushaku Bo.

7. Uechi-ryu
Aliran karate ini adalah aliran yang paling banyak dipengaruhi oleh beladiri china, karena penciptanya adalah Kanbun Uechi, belajar beladiri langsung dari provinsi Fujian di China. Aliran ini sangat mirip denganKungfu aliran Fujian terutama aliran Baihequen (Bangau Putih).

Sumber referensi : Wikipedia


Sunday, October 6, 2013

Peraturan-peratuan lain saat latihan



  1. Datangalah paling lambat 5 menit sebelum pelajaran dimulai, supaya tidak melanggar peraturan ruang latihan no. 1 (kecuali ada alasan penting).
  2. Untuk menjaga kelangsungan pelajaran karate ini, iuran tiap-tiap bulan dibayar sebelum lewat tanggal 10, sebesar yang telah ditentukan.
  3. Selama belum menyatakan keluar, harus tetap membayar seperti ketentuan no. 2 
  4. Jangan membawa teman waktu latihan atau menerima teman tanpa alasan-alasan penting/ atau membuat keributan yang tidak perlu.
  5. Dalam waktu latihan, sesama pelajar dilarang salin salah menyalahkan atau ikut membetulkan kesalahan-kesalahan (Hak instruktur dan Asisten instruktur)

Syarat-syarat waktu waktu latihan


Syarat-syarat waktu latihan :

1. Karate begins and ends with courtesy
    Sebelum dan sesudah latihan harus dilakukan acara saling menghormati

2. Latihan hanya akan dimulai dan ditutup setelah upacara tersebut no.1 dilakukan dengan sopan santun

3. Waktu latihan dilarang makan apapun, merokok, bergurau atau bercakap-cakap diluar soal yang berhubungan dengan latihan (kecuali dalam waktu istirahat)

4. Yang merasa terlampau lelah boleh istirahat ditempat sampai waktu istirahat diberikan kecuali dlam keadaan yang istimewa dengan seijin pengajar diperbolehkan meninggalkan ruang latihan.

5. Istirahat diberikan pada saat-saat tertentu menurut kebutuhan dan sekali-kali bukan karena rasa malas.

6. Semua pelajaran yang diberikan harus diperhatikan dan diikuti dengan sungguh-sungguh, yang merasa kurang jelas boleh bertanya sejelas-jelasnya asal dalam batas yang normal dan bukan karena kurangnya perhatian 

Sunday, September 1, 2013

Video Latihan

Berikut sedikit cuplikan suasana latihan di Dojo Atmajaya Yogyakarta














Video Gashuku 31 Desember 2013

Gashuku Pembinaan mental Karate Kyokushinkai ini dilaksanakan pada tanggal 31 Desember 2013 di Daerah wisata Gua Pindul Gunung Kidul, Gashuku ini  di hadiri oleh Dojo Atmajaya Yogyakarta, Dojo Koni, Dojo Banguntapan yang sekarang pindah ke Dojo Glagahsari. Inilah sedikit cuplikan video saat Kumite berlangsung

















Senpai Bambang


Senpai Bambang DAN I
Melatih di Dojo Temon, Kulonprogo

Ujian Kumite Kuartal II tahun 2013

Berikut ini adalah Ujian Kumite Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate Do Indonesia pada Ujian Kuartal ke 2 Tahun 2013, Pada ujian kumite ini dilakukan mulai tingkatan sabuk Kyu 7 sampai Kyu 5, Karena ujian Pada Kuartal ini yang ikut ujian adalah dari tingkat Kyu 10/9 sampai dengan Kyu 5. Berikut adalah videonya

Photo Bersama
 
senpai reinaldo- senpai renald

senpai paulus wicaksono - senpai panji

senpai daur - senpai giovani

senpai "" - senpai rian

senpai "" - senpai rian
senpai reinaldo- senpai renald

senpai ""- senpai geovani

Saturday, August 17, 2013

Info Ujian

logo

Oss.. 
Di beritahukan kepada semua warga perguruan khususnya DOJO ATMAJAYA YOGYAKARTA  bahwa ujian kuartal kedua tahun 2013 di laksanakan pada hari minggu tanggal 1 September 2013, tempat pelaksanaanya di DOJO GLAGAHSARI alamatnya di  Glagah Sari, Jln. Glagahsari 43, Yogyakarta jam 07.00 sudah ada disana sampai selesai.

Semoga ujian yang akan dilaksanakan nanti berjalan dengan lancar, dan semua anggota yang akan ikut ujian lulus dan naik tingkat. aminn


Tuesday, July 2, 2013

Pengumuman


Oss...

Dari Sensei Burhan.
 
Mengenai latihan saat bulan puasa, Dojo Atmajaya tetap latihan sesuai jadwal yaitu Senin dan Kamis Jam 19.00-21.00 tapi porsi latihan akan di kurangi. Untuk teman-teman yang masih kurang presensi silahkan datang latihan, meskipun peserta latihan yang berkurang karena kebanyakan teman-teman pulang kampung, tapi diharapkan semangat teman-teman tetap seperti biasa. Okay itu saja pengumumannya 

Oss..

Tuesday, June 25, 2013

Photo : Suasana saat latihan di dojo

Beginilah susana Latihan kita di dojo bersama teman-teman, kebetulan yang mengambil waktu itu Senpai Ivan berikut photo-photonya :













luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com